"AYU" TEMAN TAK KASAT MATA


Halo, ketemu lagi kita...
Hari ini saya akan menceritakan teman "tak kasat mata" yang saya temui dijembatan Mambal Badung.

Awal cerita pada sore hari saya dan kedua orang tua saya pergi mengunjungi teman Ayah saya didaerah Mambal Badung. ternyata tujuan yang kami ingin kunjungi sudah terlewat lalu kamipun putar balik arah disebuah jembatan yang tidak terlalu panjang tapi ya memang terlihat daerah tersebut tidak banyak masyarakat yang melintas.... saat itu saya duduk di bangku belakang sebelah kiri dalam mobil dan kedua orang tua saya duduk dibangku depan. sewaktu mobil diputar balik saya tidak merasakan merinding atau hal lain dan ternyata dibangku belakang kanan (disebelah saya) tiba-tiba ada sesosok anak kecil berpakaian adat bali jaman dahulu duduk dan hanya menghadap ke depan, tibalah saya dirumah teman Ayah saya. dimana teman ayah saya adalah seorang "orang pintar (Balian)" , sesampainya saya disana beliau langsung berkata kepada saya
Om Jro : Dek coba kesini, adek ajak siapa ini?
Saya     : Kurang tahu om, tadi ketemu di jembatan sebelah utara itu
Om Jropun berkomunikasi dengan perempuan bali ini, ternyata dia baik dan ingin berteman dengan saya, lalu orangtua sayapun mengizinkan dia untuk bisa berteman dengan saya dan saya memberinya nama yaitu "Ayu". Saya beri nama Ayu karena dia terlihat ayu memakai kain jaman dahulu dan rambutnya di ikat pusung gonjer berisi bunga kamboja seperti wanita jaman dahulu.

Dari SMP saya berteman dengan Ayu, kemana-mana Ayu selalu ikut dengan saya tanpa saya mengajaknya, sampailah saya dibangku SMP kelas 3 saat sedang ujian saya duduk didepan meja penguji dan untuk sebagian orang itu hal yang menyeramkan. tapi tidak dengan saya, dari dulu hingga sampai saat ini banyak ujian yang datang secara tiba-tiba tapi saya selalu merasa tenang dan biasa saja, ternyata rasa tenang itu semua dibantu oleh Ayu, Ayu yang membuat diri ini tenang dan melancarkan semua jalan yang saya lakukan. Setelah selesai Ujian Nasional, Ayu tiba-tiba menghilang tanpa pamit dan akhirnya kami sekeluarga membuatkan persembahyangan kecil agar Ayu tenang di alamNya. entah dimana dia sekarang, sayapun beberapa kali melewati jembatan tersebut tidak pernah sekalipun melihat Ayu lagi.

Ayu bisa disebut dengan sebutan "Wong Samar" , Ayu meninggal diumur yang masih muda sekali sekitar SD kelas 5 dan Ayupun di jembatan hidup sendirian tanpa orang tuanya (saya tidak berani menanyakan orang tua Ayu kemana) Ayu kesepian disana dan kata Ayu dia merasa saya bisa melihat dia , maka dari itu Ayu langsung masuk ke dalam mobil dan ikut kemanapun saya pergi.
Semenjak kejadian tersebut, jika saya melintas dijalan / jembatan / pohon besar dan dijalan-jalan sepi, jika saya melihat mahluk tak kasat mata seperti Ayu atau yang jenisnya hampir menyerupai, saya pasti akan pura-pura tidak melihat mereka dan pandangan lurus karna dengan itulah mahluk tak kasat mata bingung apakah saya bisa melihat mereka atau tidak, karna mereka juga perasa dan bisa membedakan manusia yang bisa melihat mereka dan yang tidak bisa melihat mereka.
Jika kalian berpergian dan melewati jembatan/ pohon besar/ tempat yang menurut kalian seram, sempatkan lah untuk membunyikan klakson tanda permisi demi keselamatan dan ketentraman sampai dengan tujuan. Mereka senang dianggap ada, dan mereka senang dengan Manusia yang sopan, tidak pernah lupa untuk permisi jika melewati daerah tempat tinggal mereka.
Sekian~

Komentar